Menelusuri Jejak Peradaban Hindu di Dataran Tinggi Dieng

Candi Dieng di Wonosobo

Candi Dieng di Wonosobo

Dataran tinggi dieng lebih terkenal dengan komplek candi hindu yang sering disebut sebagai Candi Dieng terdiri atas beberapa Candi Hindu yang dibawa lewat peradaban India dan akhirnya bercampur dengan tradisi lokal.
Komplek candi dieng tersebut sebenarnya terdiri atas beberapa candi dalam satu kawasan dimana yang paling besar sendiri adalah Candi Arjuna, Disusul Candi Semar, Candi Puntadewa, Candi Sembadra, dan Candi Srikandi,
Di samping itu terdapat juga candi candi lain yang letaknya agak terpisah dari kelima candi tersebut yaitu Candi Gatotkaca, Candi Dwarawati, Candi Bima, serta terdapat beberapa sisa artefak bangunan yaitu Dharmasala yang mirip bangunan dengan plataran, Tuk Bima Lukar atau mata air yang menjadi hulu sungai Serayu, Serta gangsiran Aswatama yang merupakan saluran air untuk mengeringkn dataran.
Kawasan candi dieng ini berada pada ketinggian sekitar 2.000 m di atas permukaan laut dengan suhu yang cukup dingin yaitu sekitar 13ºC sd 17º C.
Di Komplek Dataran tinggi dieng juga dilengkapi sebuah bangunan museum yang disebut Museum Dataran Tinggi Dieng yang menyajikan informasi tentang riwayat terjadinya dataran tinggi dieng.
Di sekitar dataran tinggi dieng juga masih terdapat beberapa kawah aktif yang paling besar yaitu kawah sikidang, serta kolam lumpur panas, atau mug vulcano, di sisi lain dataran tinggi juga terdapat telaga warna dimana airnya memiliki 2 warna yaitu hijau serta biru. Selain itu bagi anda yang berjiwa petualang boleh mencoba untuk ikut serta wisata adventure yaitu mendaki ke puncak Gunung Prau di sisi sebelah utara dataran tinggi dieng, dimana dari puncak gunung prau akan kelihatan area jawa tengah sisi utara serta laut jawa.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *